Mine

Title:  MINE

Genre: Drama

Chapter: Oneshoot

Pairing: Yewook

Warning: Judul tidak sesuai, berantakan,dan aneh -_- . FF ini aku tulis untuk Nisa yang sekarang sedang berulang tahun ke -23 . walau hasilnya mengecewakan,yg penting aku sudah memenuhi janjiku (walau telat.hahaha…)

#*#**

Hembusan angin menerpa perlahan rambut namja bermata sipit itu. Mengurai semerbak aroma apel tercipta dari sampo yang selama ini di pakainya. Senyum terlukis jelas dari sudut bibirnya yang sedikit kemerahan, meski raut  lelah begitu kuat terasa dari wajahnya. Pekerjaannya belakangan ini begitu menguras tenaga dan pikirannya, jadi wajar  kalau berdampak pada kusutnya wajah yang selalu ia banggakan pada semua orang.

Yesung, begitu ia di sapa oleh teman-temannya. Seorang pria berusia nyaris 30th ,berkehidupan cukup mapan, dan memiliki postur tubuh serta wajah nyaris sempurna. Pribadinya yang lembut, baik, dan tak pernah pandang bulu pada semua orang membuatnya memiliki begitu banyak teman di sekelilingnya. Tapi, tetap saja di balik itu semua, kehidupan pribadinya tak sesempurna yang orang lain lihat.

Secara perlahan Yesung membuka pintu rumah kecil yang paswordnya sudah ia hafal di luar kepala. Memasukkan sebagian tubuhnya sambil mengawasi sekeliling. Tidak, itu memang bukanlah tempat tinggalnya, dan bukan pula ada niatan menjadi penjahat kelas teri untuk mencuri di rumah orang. Memangnya apa yang bisa ia bawa dari rumah itu?

Setelah memastikan semua aman terkendali, ia mulai melangkahkan kakinya menuju ruangan yang terlihat pasti itu adalah sebuah kamar. Cat dinding yang berwarna ungu muda begitu mencolok perhatiannya. Matanya berbinar tatkala menatap sebuah foto yang terbingkai dengan lucunya. Foto dirinya dan sang pemilik kamar yang sedang tersenyum cerah menatap pelangi. Sejujurnya, ia sama sekali tak menyukai pelangi, bahkan cenderung membencinya. Pelangi hanyalah sebuah kiasan keindahan yang sebenarnya buta. Seperti sebuah warna kehidupan yang menyembunyikan pekatnya garisan takdir. Tapi, demi melihat senyuman seseorang itu, ia rela menggadaikan kebenciannya. Demi hati yang terlanjur memilihnya.

Dengan berhat-hati Yesung meletakkan bungkusan besar yang sedari tadi menggelayuti tangannya. Menepuk-nepuk sebentar benda itu sambil tersenyum, menyisipkan sebuah doa yang hanya terucap dalam hati.

“Baiklah, akhirnya bisa juga.” Ujarnya sendirian dengan nada begitu puas.Di balikkan badannya kemudian sebagai pertanda bahwa ia telah melakukan apa yang di inginkannya dan ia harus bergegas pergi setelahnya.

“Yaaaaa…!!!” tubuh Yesung terpelanting jatuh saat reaksi terkejutnya berlebihan. Wajar, mendadak saja ada seseorang di depannya dengan berkacak pinggang. Padahal ia tadi sudah sangat yakin kalau tak akan ada orang yang memergokinya.

“Ke..kenapa kau ada di sini?” Yesung bertanya sembari mencoba bangkit. Sedikit merasa malu ia ternyata menunjukkan posisi tak elitnya pada orang itu.

“Ini rumahku, tentu saja aku bisa ada di sini.”

“Tidak…bukan begitu maksudku ryeowook-ah! Kenapa kau sudah pulang?bukankah ini masih jam 7?” Tanya Yesung dengan sedikit heran. Ia sangat hafal bahwa kekasihnya itu bukanlah orang yang tak bertanggung jawab sehingga suka pulang sebelum waktunya. Biasanya juga Ryeowook itu paling cepat pulang jam 9 malam.

“Aku sedikit tak enak badan tadi, jadinya di suruh pulang lebih awal.  Lagipula restaurant sudah ada yang lebih bisa menghadle.” balas Ryeowook sambil mendudukkan dirinya di atas tempat tidur mungilnya.

“Kau sakit?” pertanyaan bernada cemas itu begitu cepat terlontar dari mulut Yesung. Di dekatinya ryeowook dan menempelkan punggung tangannya ke dahi pria yang lebih muda darinya itu.

“Tidak, aku baik-baik saja. Hanya sedikit kelelahan, jadi badan terasa agak lemas.” Ryeowook tersenyum kecil, berusaha menenangkan.

“Kita ke dokter ya? Aku takut kamu kenapa-napa.” Yesung benar-benar tak bisa meredam kecemasannya sedikit saja.

“Aku sungguh tak apa-apa Yesung hyuuuung.” Ucap Ryeowook sedikit manja sambil menarik pipi Yesung sampai melar. “Oh, ya…apa kau sedang berniat memberi kejutan untukku?” lanjutnya seraya meraih bungkusan berwarna kemerahan yang tadi di bawa yesung.

“Jangan mengalihkan pembicaraan!” tukas Yesung cepat “Aku benar-benar tak tenang. Apa yang terasa sakit oeh? Mau aku pijati?”

Ryeowook menatap sendu kearah Yesung yang kini naik ke atas tempat tidurnya dan meraih lengannya untuk memberikan pijatan ringan. Pria itu selalu saja bisa membuatnya meleleh dengan perhatian-perhatian kecil yang di curahkan untuknya. Yah, walau terkadang ia sering merasa kalau yesung terlalu berlebihan memperlakukannya. Seperti sekarang contohnya, kalau mau jujur, yesung terlihat jauh lebih lelah di bandingkan dirinya, tapi lihatlah apa yang malah di lakukan pria itu sekarang?

“Kenapa diam?” yesung bertanya heran. “Apa pijatanku terlalu keras?apa aku menyakitimu?”

Ryeowook tak menjawab. Hanya tersenyum sambil terus memandang yesung.

“Atau…kemarikan kakimu! Kau sepertinya terlalu banyak berdiri kan? Kau juga pasti jalan kesana kemari dan itu sebenarnya tak baik untukmu. Terkadang aku berfikir untuk melarangmu bekerja kalau saja itu bukan duniamu.” Ucapan yesung lebih terdengar seperti omelan lucu di telinga Ryeowook. Hanya di biarkannya yesung kini meraih kakinya dan memijitnya pelan.

“Ah, ini tak akan berhasil.” Desis Yesung gusar. Aku akan panggil dokter saja.” Ia sudah akan berdiri kalau saja tubuh ryeowook tak menubruknya dan mengakibatkan gerakan badannya tertahan.

“Tidak perlu yesung hyung, aku serius aku baik-baik saja. Temani aku tidur saja.”

Apa yang bisa Yesung lakukan selain mendesah dan menuruti keinginan namja mungilnya itu. Di rebahkan badannya dan menyeret tubuh ryeowook sekalian agar tiduran di sampingnya beralaskan lengannya.

“Baiklah. Kalau begitu cepat pejamkan matamu dan besok aku ingin melihat ryeowook-ku sehat. Kalau tidak, aku tak terima penolakan. Kalaupun aku harus membiusmu agar aku bisa membawamu ke dokter, aku akan melakukannya.” Ancam yesung.

Ryeowook terkikik geli, “ Tidak mau.” Tolaknya segera, “Sebelum hyung menjelaskan ini!” di raihnya kembali bungkusan dari yesung itu dan membukanya cepat tanpa sempat yesung cegah. “ Kenapa kau suka sekali memberiku sesuatu padahal aku tak sedang ulang tahun.” Gerutunya sambil memanyunkan bibirnya.

Yesung hanya tertawa kecil sambil mengusap-usap lembut pipi ryeowook.

‘Ah, tunggu. Bukankah aku sebentar lagi berulang tahun, apa kau akan memberiku kado lagi?” Ryeowook mendongakkan kepalanya agar bisa menatap bola mata hitam yesung.

“Menurutmu?”

Ryeowook mengedikkan bahunya. Mataya kini kembali terfokus pada sebuah boneka kura-kura gemuk yang telah berhasil di keluarkannya dari kertas kado yang tadi membungkusnya.

“Anggap saja itu sebagai permintaan maafku karena belakangan ini aku tak bisa menemanimu.”

“Seharusnya hyung tak perlu melakukannya, tapi…bagaimanapun juga, terimakasih hyung.” Sahut ryeowook tulus. Kedua lengannya memeluk erat boneka kura-kura itu di dadanya.

“Berhenti mengucapkan terimakasih. Kau tahu aku tak menyukai kata itu kau ucapkan.” Dengus Yesung.

“Kenapa hyung sangat galak. Hanya biarkan aku mengucapkannya, setidaknya aku merasa lega setelahnya.” Balas Ryeowook sambil sedikit mendudukkan tubuhnya dan mengecup bibir Yesung cepat sebelum akhirnya memilih menyembunyikan mukanya di balik boneka kura-kura yang sekarang jadi miliknya dan merebahkan badannya lagi memeluk Yesung.

Yesung tak tahan untuk menyembunyikan ekspresi terkejut dan senangnya. Hey, ini untuk pertama kalinya Ryeowook mau menciumnya, jadi biarkan saja kalau sekarang yesung malah tertawa-tawa lirih tak jelas seperti orang gila. Tokh, sudah dari lama, pria yang bernama lengkap Kim Ryeowook itu membuatnya gila.

Yesung membalas pelukan ryeowook dan mengeratkannya. Menepuk-nepuk ringan punggung namja itu sambil tetap tersenyum-senyum. Memberikan kenyamanan dan perasaan melindungi. Berharap dengan itu bisa mengantarkan Ryeowook pada mimpi indah. Menghapus beban berat yang mungkin saja bersarang di pikiran orang yang teramat di sayanginya itu.

Tak perlu waktu lama, yesung sudah bisa mengambil boneka kura-kura yang tadi menutupi wajah ryeowook dan membebaskan matanya untuk menatap kepolosan yang tercipta di hadapannya. Meski sudah sangat sering ia melihatnya,tapi entah kenapa rasa bosan itu sama sekali tak mau menghampirinya. Bahkan, seperti candu, ia ingin lagi, lagi, lagi, dan lagi untuk melihatnya. Keinginan sederhana dalam hidupnya adalah bisa seperti ini selamanya. Melihat ryeowook tenang di sisinya.

Bel yang bordering terpaksa menghentikan yesung untuk tetap bertahan pada posisi nyamannya. Dengan gerutuan menyertai, ia perlahan bangun. Memastikan gerakan yang ia buat sekecil mungkin agar tak membangunkan ryeowook.

“Siapa coba yang bertamu malam-malam begini?” kesalnya sambil melangkahkan kakinya meninggalkan kamar itu untuk membuka pintu. Ia sadar, ini sebenarnya sama sekali belum bisa di sebut malam. Hanya saja ia paham betul kalau kekasihnya itu tak punya banyak orang yang sekiranya akan bertamu.

Detak jantung Yesung seolah akan berhenti saat melihat dengan jelas siapa yang berdiri di belakang pintu. Tubuhnya terasa kaku mendadak, dan emosi langsung menyeruak ke kepalanya.

“Untuk apa kau kemari?” desis Yesung nyaris tak terdengar.

“Bukankah aku seharusnya juga bertanya seperti itu padamu? Untuk apa kau di sini?” balas orang itu  terkesan cuek. Nyaris saja yesung melayangkan tinjunya untuk merusak wajah tampan nan mulus pria di hadapannya itu. Tapi, beruntung otaknya masih bisa di pakainya dengan baik. Di seretnya orang itu menjauh dari rumah kecil itu. Yesung sama sekali tak ingin waktu istirahat ryeowook terganggu gara-gara keributan yang akan di timbulkannya dengan orang yang memancing emosinya itu.Dan sepertinya, Tuhan berbaik hati padanya. Buktinya, ia sanggup menarik orang yang jelas-jelas meronta dan menolak untuk mengikutinya itu. Mungkin juga efek emosi itu justru menambah tenaganya. Entahlah…

“Untuk apa kau muncul lagi? Apa maumu?” teriak yesung kesal saat ia sudah merasa di tempat yang aman. Di gulungnya lengan bajunya seolah sedang siap-siap berkelahi.

“Bukan urusanmu. Aku ke sini untuk menemui Ryeowook, bukan denganmu!”

“Berhenti Kibum-ah!!!” teriak yesung saat melihat kibum sudah hendak berjalan meninggalkannya.

“Urusan ryeowook, sekarang jadi urusanku juga. Dan perlu kau camkan, aku tak akan pernah membiarkanmu menemuinya lagi.”

Kibum memutar tubuhnya dan memandang yesung meremehkan, “Memangnya siapa kau?”

“He’s mine.” Balas Yesung singkat. “ Now”

Raut wajah tak percaya terlihat di kibum.

“Dan itu unntuk selamanya.” Yesung kembali melanjutkan ucapannya dengan dingin.

“Itu tak mungkin.” Kibum membantah sambil tersenyum, senyum yang sama sekali tak ingin yesung lihat.

“Aku serius.”  Yesung merapatkan gigi-giginya. Mencoba menahan dirinya sebisa mungkin saat ini.

Tatatapan tak percaya itu masih terlihat jelas dari bulatan mata kibum, tapi sepertinya pria itu sudah lebih sedikit paham situasi yang ada.

“Baiklah, terserah. Aku tak peduli itu semua, aku hanya ingin bertemu dengannya, ada yang harus aku katakan.”

Yesung mencekal kuat lengan Kibum yang lagi-lagi hendah meninggalkannya. “Sudah ku katakan aku tak akan membiarkanmu menemuinya lagi. Tak akan pernah.”

“Lepaskan aku!” sentak Kibum kasar.

Kedua orang yang dahulunya sahabat itu, kini saling memandang dengan kebencian yang meluap-luap. Sifat keras kepala keduanya memang nyaris berimbang. Tak ada yang tahu, bahwa sejatinya garis nasib seseorang memanglah sangat rumit. Dua orang yang dahulu sejak kecil saling membantu, bermain bersama, sekarang bisa jadi musuh yang seolah saling ingin melenyapkan.

“Maumu apa? Apa belum cukup kau membuat Ryeowook menderita? Ia harus menerima sakit yang bagaimana lagi darimu?” Tanya yesung sinis.

Kibum membuang muka sebentar, “Aku hanya ingin menjelaskan padanya.”

“Menjelaskan apa? Menjelaskan betapa pengecutnya dirimu saat kedua orang tua ryeowook meninggal dan mengalami kebangkrutan?menjelaskan kalau kau sama sekali tak ingin di libatkan dalam persoalan utang piutang keluarga Ryeowook? Atau…kau akan menjelaskan bagaimana indahnya pernikahanmu dengan yeoja itu?”

“Semua tak seperti yang ada di pikiranmu.” Desis Kibum.

“Katakanlah begitu, tapi apa menurutmu kau masih pantas untuk bertemu Ryeowook setelah menghancurkannya? Kemana kamu selama ini saat ia membutuhkan topangan?”

“Keluargaku menjdodohkanku, dan aku tak bisa menolaknya.”

‘Benarkah? Kalau begitu urus saja keluargamu. Juga istrimu itu! Jangan pernah menemui Ryeowook lagi, atau aku juga akan menghancurkan keluargamu sama seperti kau menghancurkan Ryeowook-ku.”

Kibum menelan ludah kelu. Tangannya terkepal erat dengan keringat yang mulai membasahi tubuhnya.

“Kenapa? Kau takut?” sindir Yesung. “Sangat mudah bagiku untuk memberitahu keluargamu,ah tidak…cukup istrimu saja yang tengah mengandung itu tentang kelakuan suaminya ini.”

“Aku hanya ingin meminta maaf dan menjelaskan semuanya pada Ryeowook.” Ucap Kibum dengan nada lirih, “Aku masih mencintainya.”

“Bulsyit!” amarah Yesung kembali tersulut mendengar kata cinta itu keluar dari mulut kibum. “Kau bilang kau mencintainya, tapi meninggalkannya? Cerita bodoh macam apa yang ku dengar ini?”

“Hyung…”

“Cukup kibum-ah. Cukup. Ryeowook sudah bahagia denganku saat ini, jadi jangan berbuat macam-macam. Mari kita berjalan di jalan kehidupan kita masing-masing. Kau dengan istrimu, dan aku dengan Ryeowook. Biarkan dia bahagia kalau kau betul-betul mencintainya.”

‘Kau mungkin benar, kau sudah membuat Ryeowook bahagia. Tapi, aku juga sangat yakin kalau Ryeowook bahagia bukan karena cinta. Karena cintanya hanyalah untukku!” dengan itu Kibum berjalan pergi meninggalkan yesung dengan keterkejutannya. Hatinya mencolos pilu ketika ada sedikit pembenaran dari kata-ata yang Kibum ucapkan.

‘Ryeowook-ah…” Yesung menyandarkan tubuhnya ke tepian tembok rumah orang lain. Tenaganya seolah runtuh, hilang tak berbekas bahkan walau hanya untuk menahan beban tubuhnya sendiri. Kenapa kibum harus muncul lagi?kenapa?

Bukan perkara gampang ia bisa memiliki Ryeowook saat ini, butuh perjuangan panjang nan melelahkan. Tak hanya setahun, yesung nyaris membutuhkan waktu 3tahun untuk membuat ryeowook bangkit dari keterpurukannya, mengobati luka hatinya yang tertoreh begitu dalam oleh kepergian kibum. Ia sudah mengorbankan banyak hal, banyak waktu,dan banyak tekanan batin demi sebuah kata ‘cinta’ . Tapi, ia tau, ia belumlah sepenuhnya menang. Nama kibum terlalu kuat berakar di hati namja kekasihnya itu.

 #####

Demi apapun di dunia ini, tak ada yang membuatnya lebih sebahagia ini walau hanya melihat tawa Ryeowook. Namja itu kini tengah bermain dengan gelembung air dengan riangnya. Seperti anak kecil memang, tapi itupun tak apa.

Hari ini hari minggu, keduanya terbebas dari rutinitas pekerjaan yang membelenggu dan memilih mengisi waktu dengan berada di halaman rumah Yesung yang luas. Bermain-main dengan fasilitas sederhana yang ada dengan di temani cuaca cerah, tapi tak panas. Terkadang, mencari kesenangan itu tak harus jauh-jauh dan mahal bukan?

Ryeowook meniup sebuah gelembung besar ke wajah yesung, dan kembali tertawa begitu keras saat gelembung itu pecah dan menyisakan basah di wajah kekasihnya itu. Yesung hanya ikut tertawa dan membiarkan Ryeowook melakukannya lagi. Apapun, akan ia lakukan asal ryeowook bahagia. Apapun, akan yesung perbuat asal pedar senyum dan tawa namja itu tak berkurang. Setiap saat, setiap detik ia akan berusaha agar ryeowook tak kembali menunjukkan wajah sedih dan terlukanya lagi.

“Apa lucu?” yesung bertanya sambil memberikan gelitikan ringan di pinggang Ryeowook yang sudah duduk di smpingnya. Tak ayal, Ryeowook kembali tertawa keras sambil berusaha menghindari jemari-jemari mungil yesung yang nakal menggerayangi pinggangnya itu.

“Habisnya, Yesung hyung diam saja.” Protes ryeowook memberi alasan kenapa sedari tadi ia terus-terusan mengganggu yesung. “Apa ada masalah?”

Yesung menggelengkan kepalanya cepat. Tangannya kini beralih membelai ramput halus tapi pendek milik Ryeowook.

“Lalu?”

“Hanya sedang berfikir?”

“Berfikir apa?” ryeowook bertanya penuh dengan rasa keingin tahuan.

Yesung melirik Ryeowook dari sudut matanya dan merebahkan badannya di kursi santai yang terbuat dari kayu itu.

“Memikirkan bagaimana Tuhan menciptakanmu dan mengirimkannya untukku.” Sahut Yesung ringan.

“Apa hyung sedang merayuku?”

“Tentu saja tidak.” Dengan tangan kanannya Yesung mencubit hidung Ryeowook gemas sampai membuat pemiliknya meringis.

’Hyung aneh.”

“Aku sudah terbiasa mendengar komentar itu.” Balas yesung .

Kening ryeowook berkerut mendengar jawaban yesung. Tanpa sempat di sadari yesung, ia telah meraih tangan yesung dan menggigit telunjukknya.

“Yaaaaa! Apa yang kau lakukan?” jerit Yesung histeris menahan sedikit rasa sakit sekaligus kaget.

Ryeowook hanya tertawa sebagai balasannya. Dan itu justru membuat Yesung tercengang. Lagi, ia terjatuh pada pesona Ryeowook saat sedang tertawa. Pikirannya kembali melayang pada Kibum. Meski tak mau mengakui, ia merasa sedikit takut, bahkan sangat takut. Sedikitpun, ia tak mau kehilangan Ryeowook. Ia juga tak mau melihat kesedihan Ryeowook lagi. Pemikiran-pemikiran itu begitu menghantuinya sejak semalam. Semakin ia menahannya, semakin itu membuatnya terasa mati.

“Ryeowook-ah..” panggil yesung saat melihat tawa ryeowook sudah berhenti.

“Apa?” ryeowook tersenyum, mengusap sedikir air yang tanpa ia sadari menetes dari matanya karena terlalu banyak tertawa.

Yesung tak menjawab, hanya turun dari tempat duduknya dan berlutut bertumpu siku kaki-kakinya. Meraih tangan Ryeowook dan memandangnya lembut.

“Kau mengenalku, aku bukanlah orang yang bisa melakukan hal romantic untukmu. Aku juga bukan sosok sempurna yang kau inginkan, aku hanyalah seorang yesung yang mencintaimu seperti orang idiot.”dengan itu Yesung mencoba melepaskan kalung yang tersembunyi dari balik bajunya dengan tangan kirinya. Tangan kanan Yesung tetap menahan jemari Ryeowook, seolah takut kalau Ryeowook akan kabur karena perbuatannya.

“Biarpun begitu, aku sangat berharap kau mau bersamaku. Berada di sisiku dan menemaniku. Untuk selamanya.” Yesung melanjutkan ucapannya sambil mengulurkan sebuah cincin yang di keluarkannya dari kalung yang tadi di pakainya.

‘Maukah kau menikah denganku?”

Ryeowook terdiam terpaku. Tubuhnya bergetar secara perlahan. Sejujurnya, ia tak banyak berharap banyak pada sebuah pernikahan. Bukankah di luar sana ada banyak pasangan yang bahkan berumah tangga tanpa adanya nikah? Lalu kenapa Yesung sampai harus melamarnya begitu.Tak mampu ia cegah, sebutir Kristal bening sudah menetes dari matanya.

“Ryeowook-ah, kenapa menangis? Apa aku membuatmu bingung?” panik Yesung. Di usapnya air mata Ryeowook dan mengelus sisi pipinya. Hatinya terasa sakit sebenarnya, entah kenpa itu terasa seperti sebuah penolakan. Tapi melihat Ryeowook menangis, jauh membuatnya sakit lagi.

“Sudah, kau tak perlu menjawabnya. Sudah ku katakana aku ini idiot, anggap aku tak pernah mengatakannya. Lebih baik kita bermain lagi sekarang ya?” tawar yesung seraya hendak berdiri.

“Tidak.” Desis Ryeowook sambil menundukkan wajahnya. Air mata kembali menetes membasahi pipinya.

“Ryeowook-ah, maafkan aku.” Gumam Yesung takut-takut.

Ryeowook menggelengkan kepalanya kuat-kuat.” Hyung…” di ulurkannya tangan mungilnya pada yesung yang kini hanya memandangnya tak mengerti.

“Ryeowook-ah…”

“Tak bisakah hyung memasangkan cincin itu di jariku?” lirih ryeowook” Entah kenapa, tubuhku terasa lemas.”

Yesung menertawai kebodohannya sendiri. Dengan tergesa-gesa di masukkannya cincin itu ke kelingking Ryeowook. Sangat pas, yesung sudah hafal betul ukuran apapun yang ada di badan namja itu.

“Apa itu artinya kau menerimaku?” Tanya yesung. Bagaimanapun ia merasa belum yakin.

“Apa aku harus menjawabnya?” Ryeowook justru bertanya balik.

“Aku adalah orang bodoh, aku tak akan mengerti kalau kau tak mengatakannya secara langsung.”

“Bagaimana orang bodoh bisa membuatku sebahagia ini?” Ryeowook melayangkan sediit godaan.

“Ryeowook-ah…” entah kenapa Yesung merasa sedikit kesal.

Ryeowook terdiam sebentar“Aku mau hyung.”

“Be..benarkah?” Yesung masih saja bertanya, “Apa aku tak salah dengar?”

Ryeowook tertawa sambil menggelengkan kepalanya, “Jangan suruh aku mengulanginya, aku malu.”  Ia memilih menutupi mukanya yang memerah dan sedikit sembab dengan kedua tangannya.

“Tuhan, aku tak percaya ini. Ryeowook menerimaku, dan kami akan menikah?” jerit yesung sendirian. Di gendongnya tubuh kurus Ryeowook dan memutar-mutarkannya.

‘Terimakasih Tuhan, aku mencintainyaaaaa, sangat mencintainya.” Lagi-lagi yesung berteriak meluapkan kegembiraannya. Nyaris saja membuat Ryeowook semakin malu kalau saja akan di dengar banyak orang, beruntunglah mereka karena rumah yesung terpaut cukup jauh dengan tetangga-tetangganya.

“Ryeowook-ah” Yesung menurunkan tubuh ryeowook dari aksi gilanya dan menangkup pipi calon pendampingnya itu lembut. “ Saranghae.” Di dekatkan secara perlahan wajahnya ke wajah Ryeowook. Menghapus jarak yang ada dan mencium  bibir yang terasa begitu lembut untuknya itu.

Yesung tak mau lagi berfikir banyak, baginya keberadaan Ryeowook kelak di sampingnya itu sudah lebih dari cukup. Ia tak mau memaksa apakah ryeowook berbalik mencintainya sepenuh hati atau tidak. Lagipula, ia juga tak peduli. Yang terpenting, mulai saat ini, ia akan resmi memiliki Ryeowook dan tak akan ada yang bisa merebutnya lagi. Ia akan membawa Ryeowok pergi mencari kebahagiaan mereka, menjauh dari apa-apa yang bisa menghancurkan harapannya. Cinta, terkadang membutuhkan keegoisan bukan?

END

Ps: Bikin oneshoot itu susah ya?#garuk2kpala. Yewook pula. Beneran ancur saengie.hahaha… kelamaan ga nulis jg bkin tangan kaku T_T

Iklan

13 responses »

  1. aku udda kangen bgt pngen bgt bca ff dri eooniieee ..
    akhrnya update jga ..
    ayo dong eonn nuliss lg ff kyuwookk ???
    bntr lg kn b’days.a wookie ..
    smga ada kjutan dr eonniiiee kkkeke ..
    fighting eonnn 😉

  2. Unnie???
    Nih bnran unnie??
    Dah kmbli eoh??
    Msh inget ma Q??
    Yak! Drmn kmn unn??
    Lama! Q nggu krya” unnie,
    hiks..hiks..unnie dah ga hiatuz lg kan?
    Gra” unnie ngilang,Q jd jrang bka blog unnie,tau” eh dah update ff yewook.
    Tp tetep bkin ff lg kan? Tp knp hrz Yewook dluan yg d update? KYUWOOK’y mana?

  3. setelah berabad-abad akhirnya eonni update juga 🙂

    eonni ayoo lanjutin bikin ffnya eonni..

    Eonni tau gak sih…. eonni itu masuk lima besar author dengan penulisan terbaik menurut ku 😀

    ayo eonni lestarikan ff kyuwook lagi 😀

  4. annyeong eonni..
    kngen bnget sma eon..
    udh lma gk mmpir..

    tmben eon bkin pairing yewook..
    cute bnget.. ^_^
    yeppa prhtian bnget sma wookpa..
    jdy pngen pnx psangan kya yeppa d ff nie..

    wess…
    pkok nx smua crita yg brhubungan dngan wookpa qu psty ska..
    coz, qu klo bca crita ska lhat cast nx dlu sih..
    hehehe..

    tpy, qu dha sdkit koreksi eon..
    d klimat “sejujurnya, ia tak banyak berharap banyak pada sebuah pernikahan.” krang efektif..
    mngkin “bnyak” nx bsa d krang.i stu..
    trsrah yg d sblah mna nx..

    waduuh..
    pnjang bner yak… *_*a
    yosh!!!
    keep writing eon..
    kyuwook nx ttep d tnggu..
    hehehe… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s