Rasa rindu

Title: Fanfiction “Rasa rindu”

Lenght:Drabble,oneshoot

Pairing:Yunjae ^mungkin^

0*****************0

Langit semakin bertambah gelap.Bintang tak satupun terlihat di hamparan lapisan awan yang tinggi.Hanya bias air menyisakan dingin yang terasa begitu lekat.

Yunho berjalan pelan,sangat pelan untuk ukurannya.Langkah kakinya yang panjang seolah di bebani barang berjuta ton beratnya.Di helanya nafas panjang,berusaha meraup sebanyak mungkin udara malam.Meski ia tahu itu sama sekali tak baik untuk kesehatannya,tokh ia tak terlalu memperdulikan dan memikirkan itu.Yang ada dalam otaknya kini hanya ada satu hal.Satu hal yang telah menyita 99% kehidupannya.Yang dengan mudahnya meluluh lantakkan mimpi yang selama ini ia tata dengan sangat hati-hati dan memakan sebagian besar waktunya.Dan hal itu bernama “jaejoong”.Tak perduli dengan marga apapun,asalkan nama belakangnya adalah itu.

“Jaejoong-ah…apa kau tak tahu?aku sangat merindukanmu!”gumamnya pelan sambil mulai memasuki sebuah ruangan yang terasa sangat sempit baginya.Ruangan yang seolah sepi,padahal kenyataannya tak demikian.

Mendadak ia berhenti,terpaku,seakan ada tarikan magnit yang begitu kuat menyedotnya.Dengan sedikit menyeret langkah,dia mendekati sang magnit yang sedang tersenyum itu.

Terkesiap,ia benar-benar melakukannya sekarang.Ia bisa menyentuh,meraba,walau hanya sedikit merasa dari seseorang yang sangat diinginkannya sekarang ini.Di usapnya perlahan rambut hitam itu,kemudian turun ke arah pipinya yang putih.Selanjutnya, ia hanya bisa menarik tangannya jauh-jauh saat menyadari ada banyak aura mengerikan sekaligus menyesakkan di sekelilingnya.

Kembali yunho menarik nafas panjang.Kini aroma-aroma tak karuan menyeruak di hidung dan paru-parunya.Entah itu wangi,segar,atau bahkan anyir.Sekali lagi,tokh yunho tak mempermasalahkannya.

“Jaejoong-ah,aku tahu kita masih muda.Masih terlalu banyak yang kita impikan meski untuk menggapai mimpi itu,kita harus mengorbankan impian yang lain.tapi…ini sangat berat jaejoong-ah” ingin sekali rasanya yunho mengatakan kata-kata itu,tapi ia tak bisa.Seberapa keraspun keinginan hatinya untuk mencoba,tetapi nalarnya tak mengijinkan.

“Jaejoong-ah,dari awal aku tahu,takdir tak akan mendukung kita.Membawa kita untuk bersama selamanya.Hanya berakhir begitu saja.Apa kau merasa aku payah?terus berlanjut terjebak dalam situasi tak menyenangkan ini.Sejujurnya akupun ingin melawan dunia dan mengalahkannya,hanya saja aku tak sekuat itu jaejoong-ah” seulas senyum miris tersungging di bibir pucat yunho tatkala memikirkan itu.

Yunho mengeratkan mantel yang ia kenakan.Berusaha mengusir hawa dingin?memang.Tapi,ada maksud lain juga.Di helanya juga rambut depannyayang teracak ke atas,supaya kembali turun ke bawah.

Secara perlahan yunho menjauhi magnit yang sempat menghentikan langkahnya selama beberapa saat itu.Dengan perasaan tak rela ia kembali menyeret kakinya yang seperti tak mau di ajak kompromi.Masih terlalu nyaman di tempatnya tadi.Tapi yunho tau,ia tak boleh menuruti keinginan sang kaki karena ia sadar magnit yang lebih besar masih beberapa puluh langkah lagi.

Yunho mengedarkan pandangannya ke sekeliling.Mengawasi keadaan dan mengantisipasinya.Lalu dia duduk di salah satu kursi yang terbaris di situ.Yunho menundukkan wajahnya,berusaha menghilangkan perasaan menyakitkan yang mendadak menyerang ulu hatinya.Seperti di tusuk ribuan jarum-jarum kecil.Di usapnya wajah tampannya,sambil sedikit menyingkirkan kaca mata yang ia kenakan.Menghapus butiran air mata yang tak bisa ia kendalikan,meluncur begitu saja dari kedua bola mata sipitnya.

Rindu yang terlalu menggebu.Itulah jawaban atas pertanyaan pada dirinya sendiri kenapa ia sampai bisa menangis seperti itu.

“Jaejoong-ah,meski sekarang aku tak bisa melindungi dan pasang badan di depanmu saat kau ada masalah,tapi…percayalah,saat kau menoleh ke belakang ada aku di sana selalu”ucap yunho lirih dan mengulas senyum.Senyum kebahagiaan,meski mungkin hanya akan berlangsung tak lebih dari 3 jam.Paling tidak,ia sudah sedikit menuruti keinginan hatinya dan menghancurkan logika manusianya.

Tak berapa lama kemudian,yunho bertepuk tangan.Dan kali ini senyum yang benar-benar lebar menghiasi wajah yang nyaris tak terlihat itu.

Karena,yunho sekarang sedang berada di “konser jyj”.

END

PS:Bingung?kkk…soalnya aku juga buatnya dalam kondisi hati tak mengenakkan.Aku pikir dengan nonton EHB bisa mengembalikan suasana hatiku,eh…ternyata aku malah nonton yang ada dbsk nya .Dan jadilah,aku merindukan yunjae.hiks…

Iklan

One response »

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s